Pengen jadi ABRI
Cita-cita saya menjadi ABRI Cita-cita saya tuh dulu sebenarnya pengen jadi ABRI. Jadi ABRI. Weeeh, gagah... punya senapan laras panjang dan disegani pasti. Kenapa sekarang jadi Doktor (Ngodok-ngodok yang kotor)? Profesi saya sekarang. Meriksa faeses, urine, darah, dan kotoran-kotoran lainya. Saya bayangkan dulu akan tumbuh tinggi tegap sehingga bisa menggapai cita-cita yang diidamkan. Tapi ternyata yang tumbuh dominan; kumis dan jambang, bibir dan betis. Badan saya nggak tinggi-tinggi, boncel. Lihat nih saya brewokan. Kalau tidak dicukur tiga kali sehari sudah kaya Osama Bin Layden. Ini bibir tebal. Makanya kalau difoto, saya lebih senang dari depan. Karena kalau dari samping, gini... monyong. Terus ini betis. Terus terang bagian tubuh saya yang paling tidak disukai adalah betis. Kalau kata kawan saya: “ya ampu... Betis kamu gede banget. Kaya bakaran singkong. Tapi terus terang dibalik itu semua, saya bersyukur dengan tubuh ini. Kawan-kawan saya ganteng-ganteng keluargan...